Selasa, 21 Oktober 2014
Bensin 1,53 Liter
Matahari masih malu menampakkan diri, namun sang hari telah berganti. Kutarik nafas panjang bersamaan dengan terbukanya katup mata, berlanjut dengan ayunan tangan ke atas yang meregangkan otot dan sendi. Yap, agenda rutin ku tatap penuh optimisme. Ya, hari ini memang beda, inbox dan cakap – cakap semalam membuat lebih bersemangat. Masih terdengar jelas suaranya di indera pendengaranku. Mungkin saat itu indera ke enamku juga aktif, indera perasaan, hati. Ya, banyak hal yang kita bicarakan, termasuk bensin.
Setelah mempersiapkan perlengkapan sekolah, kunikmati hidangan pagi nan lezat, gudangan feat tempe. Sebelum berangkat ke sekolah, berpamitan kepada orang tua wajib kulakukan. Juga tak lupa ku periksa kondisi sebelum berangkat ke sekolah.
“ Waduh, bensin krisis. Kalau mampir ng-pom pasti telat .” Renungku sembari melihat jarum jam dan jarum bensin.
“ Bensin masih? ” Sebuah pertanyaan terdengar dari dalam rumah.
“ InsyaAllah nyampe.” Jawabku.
Ya, pukul 06.45 WIB sudah ditunjukkan oleh jarum jam. Kondisi yang memaksaku mengisi bensin setelah pulang sekolah. Ketar – ketir memang, takut kehabisan bensin di jalan, juga khawatir terlambat datang ke sekolah. Terpaksa ku geber sepeda motor lebih dari 70 km/jam, namun apa daya sampai sekolah tetap telat. Setelah memarkirkan sepeda motor, masuk kelas merupakan prioritasku. Bila ke ruang BP dulu, pasti kena skorsing. Lima, tapi tetap merupakan nilai pelanggaran. Ya, syukur deh meskipun tadarus telah selesai gurunya belum masuk kelas.
“ Whe, anak kota pasir telatan. Daerah Wedi paginya telat po? .” Sebuah kalimat sengol dari Prayo, teman sebangku ku.
“ Ya, iya bro, lebih baik telat dari pada telat banget wek.” Ku balas saja.
“ Sssstt, gurunya datang.” Sahut Rohmad.
Pelajaran demi pelajaran ku lalui dengan duduk manis sembari memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru. Sebuah kata bijak yang selalu ada di benakku “ hargailah ilmu pengetahuan.”
Tidak dirasa jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIB, setengah jam lagi pulang sekolah. Tangki bensin pagi ini belum sempat kuisi. Membuatku merencanakan mampir ke pom bensin setelah pulang sekolah.
“ Teeet teeet teeet.” Bel sekolah telah berbunyi.
“ Langsung go home bro?” Tanya Prayo kepadaku.
“ He’em.” Jawabku.
Ku kendarai penuh sepeda motor ke pom bensin Jonggangan. Seperti biasanya, deretan motor berjejer mengantri isi bensin.
“ Waduh, Cuma bawa Rp.10.000, mana jarum di posisi emty.” Hematku dalam hati.
“ Berapa mas?” Tanya tukang bensin rada gendut.
“ Sepuluh.”
Saat mengisi bbm nominal di mesin bensin tak ku perhatikan. Malah sibuk sendiri memeriksa tas.
“ Sudah mas.” Suara yang menghentikanku menelusuri isi tas.
“ Ya, makasih mas.”
Langsung saja ku nyalakan dan ku kendarai untuk pulang ke rumah. Belum jauh dari pom bensin, ketika di depan GOR Gelarsena Klaten, betapa anehnya mendapati jarum berada pada titik pertama. Biasanya diisi sepuluh sampai titik ke dua. Tanpa pikir panjang ku geber sepeda motor kembali ke SPBU menghampiri tukang bensin rada gendut.
Sesampainya di pom bensin, “ Mas tadi tok isi berapa?” Nada naik ke tukang bensin rada gendut.
“ Sepuluh ribu mas, ada apa?”
“ Biasanya tak isi sepuluh nyampai titik ke dua, ni Cuma titik pertama.”
“ Loh, tadi saya sudah bilang mulai dari nol. Mas gak denger?”
Sepintas ku terdiam, ketika melihat mesin pengisi bensin, baru sadar bahwa harga bensin naik. Rp.10.000 cuma dapat 1,53 liter. Jarum bensin hanya sampai titik pertama.
“ Oh, ya sudah mas, terimakasih.” Sembari menunduk dan menyalakan sepeda motor.
Tanpa berlama-lama, ku kendarai sepeda motor pulang ke rumah. Tukang bensin rada gendut hanya memandangku dengan sinis dan penuh tanda tanya.
Selasa, 15 Juni 2010
Khasiat Jeruk Nipis
Sebuah pertanyaan singkat mengenai jeruk nipis. Benarkah jeruk nipis berkhasiat mengobati jerawat? Banyak artikel maupun spekulasi yang menyatakan keampuhan buah satu ini. Buah ini juga sering digunakan ibu-ibu untuk mencuci piring. Monster lemak kotor sisa makanan menempel dapat dibasmi. Jadi, andai kata wajah berjerawat diperumpamakan piring kotor tadi, pertanyaannya mungkinkah monster jerawat juga dapat dibasmi?
Minggu, 28 Februari 2010
KENANGAN
Dulu cinta datang dengan sendirinya. Tapi kini mencari cinta amatlah sulit. Tau akan kelemahan diri tentang cinta. Berharap kelak cinta mendekat tak tersurat, , ,
Jumat, 29 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)